Touring Sawarna

Hey masbro…kali ini saya si penunggang bebek mau cerita perjalanan turing ke pantai Sawarna tanggal 17 April 2011 yang lalu. Berhubung kata orang no pict = hoax, maka cerita kali ini saya kasih gambar yang banyak. Seperti biasa, penunggang bebek ini nggak punya home base tetap, alias tukang numpang, numpang sana numpang sini :D, kadang gabung sama motor metik, kadang sama kalajengking (scorpio-red), kadang sama temen-temen milis Yamaha, dan yang menjadi korban tumpangan kali ini adalah RGRC. Seperti biasa juga saya si penunggang bebek ini nggak tau jalan alias ngikut arah lampu rem motor didepan, hmm.. parah yah? Biarin ah yang penting sama-sama seneng jalan kok. Read the rest of this entry

Advertisements

Singapore Trip – Part 3

Cerita hari ini apa ya, lupa :hammer: kalo nggak salah Singapore Flyer & Universal Studios.

Hmm.. sepertinya aku masih bad mood mau nerusin cerita hari ke-3. Semoga bad mood ini cepet ilang.

Udah terlanjur upload gambar sarapan nih, lanjutannya besok lagi aja deh.

Seger

Singapore Trip – Part 2

Song of the Sea

Setelah cerita full day di hari pertama di Singapore, sekarang saatnya cerita pengalaman seru di hari kedua dan seterusnya. Untuk hari ke-2 dan seterusnya full day jalan-jalan, kerjanya cuma ngabsen rombongan biar nggak ada yang kececer 🙂

 

 

Hari ke 2, 14 Februari 2011

Di hari kedua ini aktivitas dimulai dari sarapan di ruang Peony, dibawah Ballroom MBS hotel. Sayangnya aku lupa bawa kamera, lewat deh gambarnya.

Langsung dilanjut ke Bugis Street aja, kita belanja souvenir. Ini foto dari depan.

Red Dot Bugis Street

Yang ini foto dari belakang, apa kebalik ya? nggak tau lah, Yang jelas tempat belanja ada disitu, di bangunan yang warna merah.

Bugis street

Read the rest of this entry

Singapore Trip – Part 1

Me @ MBS

Hmm… kali ini si bolang dapet kesempatan terbang ke Singapore, gratisan dari kantor. Jarang-jarang kesempatan seperti ini. OK, langsung aja untuk kali ini saya akan buat trip report yang full picture, karena kata pepatah “no pic = hoax”, hehehe…. Tapi gambarnya nunggu upload nanti kalo dapet koneksi yang bagus. Sementara tulisannya dulu yang dipost, update everyday (kalau bisa :)).

Hari pertama 13 Februari 2011

Pagi buta aku bangun jam 2, alarm belum bunyi aku udah duluan, terlalu bersemangat. Cari taxi nggak ada yg lewat, untung ada ojek. “Ke Gambir bang, 15 ribu ya?” Berangkatlah kita ke Gambir. Ditengah perjalanan tiba-tiba “…ngiik…”, motor ojeknya overheat, hyaa… lagi buru2 malah ada beginian. Buru-buru cari taksi, untung ada Taxi Express lewat, sampailah kita di Gambir dengan on time. Tapi tunggu dulu, ini baru sampe Gambir. Singkat kata jam 3:30 pagi DAMRI pertama berangkat, baru sampe kemayoran ada lagi halangan. Jalanan lagi dibikin arena trek-trekan liar, untung cuma bentar doang, yo wis no problemo.

Balapan liar Minggu dinihari di kemayoran

Sampai di terminal 2 trus clingak-clinguk cari pintu masuk untuk pesawat yang dituju. Ternyata ada listnya di monitor, GA-822 masuk pintu E3

GA822: Masih kepagian, sampe airport jam 4 pagi

Read the rest of this entry

Jalan-Jalan ke Sepang @ 101010

Sebenarnya udah agak basi cerita ini, udah hampir sebulan yang lalu sesuai judulnya 101010 alias tanggal 10 bulan 10 tahun 2010, tapi gapapa lah daripada nggak ditulis sama sekali :D.
Berawal dari salah satu thread di forum racing Kaskus terkumpullah beberapa MotoGP maniac yang deal ikut nonton MotoGP live di Sepang Malaysia. Didukung oleh tiket promo Airasia makin muluslah rencana jalan ke Sepang.

Jadi kami berangkat nggak barengan, ada beberapa kloter. Sebagian besar berangkat tanggal 8 Oktober, terbagi menjadi 3 flight, jam 10 pagi, jam 7 malem dan jam 10 malem.

Singkat kata kita janjian di Tune Hotel LCCT. Nginep 1 malem aja di Tune. Besok paginya tanggal 9 Oktober kami langsung cabut ke Sepang, kira-kira jam 6 pagi. Sengaja berangkat pagi karena kita pengen tuker tiket MotoGP trus cepet-cepet ikutan ngantri meet & greet Rider MotoGP. Beruntung di rombongan kita ada beberapa orang yang sudah pengalaman nonton MotoGP di Sepang tahun sebelumnya. Hampir nggak ada masalah sama sekali selama trip nonton bareng ini. Termasuk salah satunya acara meet & greet ini. Karena ternyata banyak yang pengen ikutan meet & greet tapi gagal karena nggak tau trik-triknya.

Jadi sebenernya gini, acara meet & greet baru dimulai sekitar jam 12 siang setelah warm up practice. Tapi…dari jam 8 pagi antrian udah panjang mengular. Mereka rela ngantri 4 jam buat ketemu pembalap idolanya (niat bgt ya, hihi…). Nah kebetulan pas kami datang ke lokasi meet & greet antrian baru sekitar belasan meter. Seperti dugaan semua orang, antrian yang pengen ketemu VR46 banyak banget, bisa dibilang yang lain cuman 1-2 orang saja, kecuali fantastic four lumayan lah. Begitu para rider datang dan antrian dibuka, berebutlah sebagian besar fans ngantri di depan VR46, tapi…, tapi lagi nih.., ternyata petugas yang jaga membagi antrian yang paling depan ke 7 pembalap yang ada di depan, entah itu pengen ketemu atau nggak sama pembalap yang ada di depan mereka, harus nurut. Hehe..kasian yah, pengen ketemu pembalap idola, rela ngantri 4 jam dari pagi, eh..pas udah buka antriannya terpaksa harus ketemu pembalap lain yg bukan idola.

Beruntungnya kita berada di antrian kedua yang relatif lebih bebas, bisa milih pembalap yang kita sukai, bahkan bisa ketemu semua pembalap kalau mau nyamperin satu per satu :D. Walaupun sebenernya aku nggak terlalu pengen ikutan meet & greet, ikut seneng juga liat temen-temen yang sukses ketemu idolanya, siapa lagi kalau bukan VR46. Kliatan banget muka ceria mereka setelah sukses dapet foto & tanda tangan Rossi, bahkan ada yang sampai pulang dengan tangan yang masih gemeteran hahaha…sapa hayo ngaku?

Kelar acara meet & greet, acara selanjutnya makan siang, check in di Rainforest & jalan lagi menuju genting. Dari Sepang menuju KL kita nggak langsung karena terlalu lama nunggu Skybus, jadinya kita naik skybus dari LCCT, naik taxi dulu ke LCCTnya. Lagi-lagi kita beruntung, salah satu rombongan ada orang Aceh yang bisa logat bahasa lokal, bisa nawar taxi lebih murah deh. Dari LCCT ke KL central dengan skybus kira-kira 1 jam. Dari KL central dilanjut ke Rainforest dengan monorail, masih inget bayarnya 2,1 ringgit.

Acara selanjutnya setelah makan siang dan check ini di Rainforest adalah menuju genting. Kira-kira sekitar jam 4 kita sampai di KL central lagi buat beli tiket bus ke genting. Dapet tiket ke genting jam 5:30. Sayang sebelum beli tiket kita nggak baca kalau ternyata skymobile atau kereta gantung ke genting lagi maintenance, padahal kan tujuan ke genting pengen naik tu skycable yang katanya kereta gantung tercepat di asia (atau di dunia ya…lupa 😀 ). Yo wis lah, terlanjur, tetep jalan ke genting jam 5:30.

Lagi2…baru mau nulis udah ada gangguan, pending lagi dah…
lanjut kapan2 kalo sempat, hihihi..

Kru Lorenzo pindah ke HRC?

Otomotifnet

Barusan baca berita di OTOMOTIFNET, disitu ditulis kalau beberapa kru penting Lorenzo pindah ke HRC termasuk manajernya Danielle Romagnoli. Padahal bisa dibilang Lorenzo dan kru-nya sedang jaya-jayanya saat ini dan bukan tidak mungkin bisa mengukir prestasi lebih tinggi lagi untuk musim depan. Tapi kenapa mereka resign?

Mungkinkah mereka resign karena adanya faktor politis yang mengharuskan mereka jadi kru “pembalap kedua” karena faktor Rossi di Yamaha? Sedangkan sebelumnya diketahui bahwa Lorenzo bersedia tetap tinggal di Yamaha asalkan mendapat perlakuan, termasuk motor yang sama dengan milik Rossi.

Dengan kata lain semua yang ada atau diberikan pada Rossi akan sama dengan yang diberikan pada Lorenzo (sesuai perjanjian), tetapi Lorenzo tidak boleh berprestasi lebih baik daripada Rossi (opini yang mungkin terjadi). Mungkin saja Romagnoli tidak sanggup mengatakan hal itu kepada Lorenzo atau juga tidak tega atau merasa tertekan oleh principal Yamaha sehingga dia memilih mengundurkan diri dan mencari tim lain.

Bisa juga hal ini terjadi karena faktor finansial Yamaha yang sedang mengalami kerugian besar, sehingga memilih untuk mengganti orang-orang yang bisa dibayar lebih murah. Sebagaimana kru Lorenzo bagian telemetri dan piranti elektronik diganti oleh orang Jepang sendiri setelah dilakukan transfer teknologi. Walaupun mengurangi budget Yamaha tetap mempertahankan prioritas Rossi sebagai publik figur Yamaha yang harus selalu didepan (juara-red). Lihat saja kiprah Yamaha di arena balap tahun depan, tidak ada lagi team motogp 250 (dari beberapa thn yg lalu), tidak ada team supersport, termasuk Doni Tata yang entah bagaimana nasibnya, pengurangan kru dsb.

Trus bagaimana dengan HRC yang mendapatkan kru ahli ex-Yamaha?

Belajar buat website

Hehe, biasanya saya lebih sering nulis (atau lebih tepatnya copas edit dikit) masalah otomotif. Kali ini saya pengen sharing hasil pertapaan selama beberapa bulan bikin website gratis. Hasilnya dapat anda saksikan www.onlen-onlen.co.cc.

Memang tidak mudah bikin website, tapi juga tidak terlalu sulit kalau rajin online berburu informasi kesana-kesini. Tapi untungnya ada om Google yang selalu siap membantu dan juga http://www.kaskus.us yang selalu menyediakan ilmu yang sangat banyak, terutama bahasa Indonesia.

Kalau mentok nemunya ilmu yang bahasa Inggris, ya udah keluarkan senjata andalan ajian google translator. Biarpun bahasa terjemahannya kacau, tapi mendingan daripada nggak tahu sama sekali.

Setelah mencari info kesana-sini akhirnya ketemulah pasangan serasi antara domain, hosting dan engine websitenya yaitu domain di http://www.domainku.co.cc, hosting di http://www.000webhost.com, dan engine pake wordpress, sehingga jadilah website ngasal dengan nama “onlen-onlen” yang diambil karena semua info cara bikinnya didapat dari onlen terus-terusan.

Trus kepikiran sesuatu yang bikin tambah nggak bisa tidur. “Beberapa website kok bisa pasang google adsense ya? gimana caranya?”. Akhirnya kembalilah ke pertapaan kaskus dan beberapa e-book yang diperoleh dari bantuan om google. Dan akhirnya lolos juga ujian google adsense setelah her 4 kali dan dibantu beberapa joki.

Dan begitulah kisah selama sekitar 3 bulan kurang tidur bertapa secara onlen untuk membuat sebuah website plus google adsense. Next project adalah belajar cari duit dengan affiliate program dan autopilot. Ada yang tertarik ikutan?

MotoGP Sachsenring

Sachsenring

Memasuki paruh kedua musim balap MotoGP 2009, hasil di sirkuit ini menjadi terlihat lebih penting bagi para pembalap, karena karir mereka di musim depan sedikit banyak dipengaruhi oleh hasil balapan di paruh kedua musim, terutama bagi mereka dengan debut yang kurang bagus di awal musim.

Pedrosa, Laguna Seca

Peta kekuatan di paruh kedua sepertinya akan sedikit berubah. Setelah sebelumnya persaingan barisan depan hanya dikuasai oleh Yamaha dan Ducati, kini akan disaingi oleh skuad Honda. Setelah kemenangan Pedrosa di Laguna Seca menggunakan sasis baru, di Sachsenring ini Repsol Honda akan menggunakan mesin yang baru juga. Bisa jadi lebih dasyat atau malah menjadi percobaan yang gagal, karena potensinya belum benar-benar terlihat di sesi kualifikasi dalam kondisi basah, kita kihat saja race nanti.

Stoner & Hayden

Sementara di kubu Ducati, Stoner masih belum fit dari sakit yang dideritanya yang ditambah lagi cedera akibat jatuh di sesi latihan di Laguna Seca. Namun Stoner terlihat masih cukup kompetitif walaupun sepertinya susah untuk mendapatkan podium pertama. Sedangkan rekan se team Stoner, Hayden, sepertinya sudah menunjukkan peningkatan performa jika dibandingkan dengan race-race sebelumnya. Ternyata usaha Ducati untuk mensupport Hayden tidak sia-sia, terbukti Hayden bisa memperoleh posisi 5 di Laguna Seca dan meraih starting grid terbaiknya tahun 2009 di posisi 4 di Sachsenring.

Rossi & Lorenzo

Dari kubu Fiat Yamaha sepertinya masih merupakan favorit juara. Mereka mempunya paket kendaraan yang baik dan pembalap yang tidak diragukan lagi kemampuannya. YZR-M1 menang 5 kali dari 8 balapan yang telah dilakukan serta selalu ada di podium selama tahun 2009 ini. Rossi masih memimpin klasemen sementara sedangkan Lorenzo berada di posisi 2 klasemen, menjadikan tim ini memimpin klasemen konstruktor.

Melandri, Hayate Racing

Lalu bagaimana pembalap lainnya yang tidak berada pada team utama pabrikan? Masih ada kesempatan untuk menyodok ke posisi depan jika kondisi basah, misalnya Marco Melandri dari Hayate Racing. Dia pasti berjuang untuk mendapatkan hasil terbaik agar dilirik oleh team yang lebih kompetitif di musim depan. Rumornya Melandri sudah dilirik Gresini dan Suzuki. Sepertinya dia lebih memilih Gresini tetapi dengan memuji Suzuki, tentu saja untuk mendapatkan posisi tawar yang lebih tinggi.

Bagaimana dengan kondisi race nanti? Sepertinya cuaca belum bisa diprediksi apakah akan cerah atau hujan. Sesi free practice kemarin berlangsung dalam kondisi kering, tapi di sesi kualifikasi berlangsung dalam kondisi basah.

Berikut hasil kualifikasi MotoGP Sachsenring, dari MotoGP.com

1 V. ROSSI ITA Fiat Yamaha Team 1’32.520
2 J. LORENZO SPA Fiat Yamaha Team + 0.640
3 C. STONER AUS Ducati Marlboro Team + 1.239
4 N. HAYDEN USA Ducati Marlboro Team + 1.884
5 A. DE ANGELIS RSM San Carlo Honda Gresini + 1.970
6 R. DE PUNIET FRA LCR Honda MotoGP + 2.044
7 C. EDWARDS USA Monster Yamaha Tech 3 + 2.087
8 D. PEDROSA SPA Repsol Honda Team + 2.205
9 L. CAPIROSSI ITA Rizla Suzuki MotoGP + 2.221
10 M. KALLIO FIN Pramac Racing + 2.251
11 A. DOVIZIOSO ITA Repsol Honda Team + 2.372
12 C. VERMEULEN AUS Rizla Suzuki MotoGP + 2.417
13 M. MELANDRI ITA Hayate Racing Team + 2.418
14 J. TOSELAND GBR Monster Yamaha Tech 3 + 2.485
15 N. CANEPA ITA Pramac Racing + 3.492
16 G. TALMACSI HUN Scot Racing Team MotoGP + 3.535
17 T. ELIAS SPA San Carlo Honda Gresini + 4.011

** special thanks to google, MotoGP.com, Crash.net & youtube

Desmodromic

Desmo Valve

Desmo Valve

Pada dasarnya sistem buka tutup katup dengan konvigurasi “Over Head Cam” (OHC) ada 3 macam, setidaknya sampai saat ini, yaitu valve spring (konvensional), desmodromic dan pneumatic. Beberapa sistem yang saya paparkan sebelumnya, seperti VTEC, VVT-i, MIVEC dan sebagainya adalah sistem untuk membuat variabel pada buka-tutup katup, sedangkan yang akan saya bahas sekarang adalah mekanisme pembalik / penutup katup.

Sering nonton balapan MotoGP? Lihat motor Ducati? Yup, desmodromic adalah valvetrain khas Ducati. Pada desmodromic ini ada perbedaan terhadap cara kerja proses penutupan katup jika dibandingkan dengan sistem konvensional. Read the rest of this entry

VTEC, Honda’s original technology, seperti apakah ini?

VTEC (Valve Timing and Electronic Lift Control) adalah valvetrain (sistem pengaturan buka tutup katup) yang dikembangkan oleh Honda untuk meningkatkan efisiensi volumetrik dari internal combustion engine tipe 4 langkah.

Berbeda dengan VVT-i nya Toyota yang memvariabelkan timing dengan memutar beberapa derajat camshaft maju atau mundur terhadap pulinya. Pada mesin VTEC, variabel timing terjadi karena adanya beberapa profil cam yang berbeda yang bekerja bergantian sesuai dengan input kontrolnya. Oleh karena itu pada teknologi VTEC tidak hanya timing saja yang bervariasi, tapi juga lift atau ketinggian bukaan katup dan juga durasi bukaannya. Perpindahan dari satu profil cam ke profil cam lainnya dibantu oleh pin yang dapat bergeser yang terdapat di dalam rocker arm. Bisa dikatakan bahwa bukan profil camnya yang berganti, tapi pergeseran pin didalam rocker arm tadi yang menyebabkan rocker arm bergerak mengikuti salah satu profil cam. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada ilustrasi dibawah ini.

Read the rest of this entry