Otomotifnet

Barusan baca berita di OTOMOTIFNET, disitu ditulis kalau beberapa kru penting Lorenzo pindah ke HRC termasuk manajernya Danielle Romagnoli. Padahal bisa dibilang Lorenzo dan kru-nya sedang jaya-jayanya saat ini dan bukan tidak mungkin bisa mengukir prestasi lebih tinggi lagi untuk musim depan. Tapi kenapa mereka resign?

Mungkinkah mereka resign karena adanya faktor politis yang mengharuskan mereka jadi kru “pembalap kedua” karena faktor Rossi di Yamaha? Sedangkan sebelumnya diketahui bahwa Lorenzo bersedia tetap tinggal di Yamaha asalkan mendapat perlakuan, termasuk motor yang sama dengan milik Rossi.

Dengan kata lain semua yang ada atau diberikan pada Rossi akan sama dengan yang diberikan pada Lorenzo (sesuai perjanjian), tetapi Lorenzo tidak boleh berprestasi lebih baik daripada Rossi (opini yang mungkin terjadi). Mungkin saja Romagnoli tidak sanggup mengatakan hal itu kepada Lorenzo atau juga tidak tega atau merasa tertekan oleh principal Yamaha sehingga dia memilih mengundurkan diri dan mencari tim lain.

Bisa juga hal ini terjadi karena faktor finansial Yamaha yang sedang mengalami kerugian besar, sehingga memilih untuk mengganti orang-orang yang bisa dibayar lebih murah. Sebagaimana kru Lorenzo bagian telemetri dan piranti elektronik diganti oleh orang Jepang sendiri setelah dilakukan transfer teknologi. Walaupun mengurangi budget Yamaha tetap mempertahankan prioritas Rossi sebagai publik figur Yamaha yang harus selalu didepan (juara-red). Lihat saja kiprah Yamaha di arena balap tahun depan, tidak ada lagi team motogp 250 (dari beberapa thn yg lalu), tidak ada team supersport, termasuk Doni Tata yang entah bagaimana nasibnya, pengurangan kru dsb.

Trus bagaimana dengan HRC yang mendapatkan kru ahli ex-Yamaha?

Onlen-onlen

http://www.onlen-onlen.co.cc/

Hehe, biasanya saya lebih sering nulis (atau lebih tepatnya copas edit dikit) masalah otomotif. Kali ini saya pengen sharing hasil pertapaan selama beberapa bulan bikin website gratis. Hasilnya dapat anda saksikan www.onlen-onlen.co.cc.

Memang tidak mudah bikin website, tapi juga tidak terlalu sulit kalau rajin online berburu informasi kesana-kesini. Tapi untungnya ada om Google yang selalu siap membantu dan juga www.kaskus.us yang selalu menyediakan ilmu yang sangat banyak, terutama bahasa Indonesia.

Kalau mentok nemunya ilmu yang bahasa Inggris, ya udah keluarkan senjata andalan ajian google translator. Biarpun bahasa terjemahannya kacau, tapi mendingan daripada nggak tahu sama sekali.

Setelah mencari info kesana-sini akhirnya ketemulah pasangan serasi antara domain, hosting dan engine websitenya yaitu domain di www.domainku.co.cc, hosting di www.000webhost.com, dan engine pake wordpress, sehingga jadilah website ngasal dengan nama “onlen-onlen” yang diambil karena semua info cara bikinnya didapat dari onlen terus-terusan.

Trus kepikiran sesuatu yang bikin tambah nggak bisa tidur. “Beberapa website kok bisa pasang google adsense ya? gimana caranya?”. Akhirnya kembalilah ke pertapaan kaskus dan beberapa e-book yang diperoleh dari bantuan om google. Dan akhirnya lolos juga ujian google adsense setelah her 4 kali dan dibantu beberapa joki.

Dan begitulah kisah selama sekitar 3 bulan kurang tidur bertapa secara onlen untuk membuat sebuah website plus google adsense. Next project adalah belajar cari duit dengan affiliate program dan autopilot. Ada yang tertarik ikutan?

Sachsenring

Memasuki paruh kedua musim balap MotoGP 2009, hasil di sirkuit ini menjadi terlihat lebih penting bagi para pembalap, karena karir mereka di musim depan sedikit banyak dipengaruhi oleh hasil balapan di paruh kedua musim, terutama bagi mereka dengan debut yang kurang bagus di awal musim.

Pedrosa, Laguna Seca

Peta kekuatan di paruh kedua sepertinya akan sedikit berubah. Setelah sebelumnya persaingan barisan depan hanya dikuasai oleh Yamaha dan Ducati, kini akan disaingi oleh skuad Honda. Setelah kemenangan Pedrosa di Laguna Seca menggunakan sasis baru, di Sachsenring ini Repsol Honda akan menggunakan mesin yang baru juga. Bisa jadi lebih dasyat atau malah menjadi percobaan yang gagal, karena potensinya belum benar-benar terlihat di sesi kualifikasi dalam kondisi basah, kita kihat saja race nanti.

Stoner & Hayden

Sementara di kubu Ducati, Stoner masih belum fit dari sakit yang dideritanya yang ditambah lagi cedera akibat jatuh di sesi latihan di Laguna Seca. Namun Stoner terlihat masih cukup kompetitif walaupun sepertinya susah untuk mendapatkan podium pertama. Sedangkan rekan se team Stoner, Hayden, sepertinya sudah menunjukkan peningkatan performa jika dibandingkan dengan race-race sebelumnya. Ternyata usaha Ducati untuk mensupport Hayden tidak sia-sia, terbukti Hayden bisa memperoleh posisi 5 di Laguna Seca dan meraih starting grid terbaiknya tahun 2009 di posisi 4 di Sachsenring.

Rossi & Lorenzo

Dari kubu Fiat Yamaha sepertinya masih merupakan favorit juara. Mereka mempunya paket kendaraan yang baik dan pembalap yang tidak diragukan lagi kemampuannya. YZR-M1 menang 5 kali dari 8 balapan yang telah dilakukan serta selalu ada di podium selama tahun 2009 ini. Rossi masih memimpin klasemen sementara sedangkan Lorenzo berada di posisi 2 klasemen, menjadikan tim ini memimpin klasemen konstruktor.

Melandri, Hayate Racing

Lalu bagaimana pembalap lainnya yang tidak berada pada team utama pabrikan? Masih ada kesempatan untuk menyodok ke posisi depan jika kondisi basah, misalnya Marco Melandri dari Hayate Racing. Dia pasti berjuang untuk mendapatkan hasil terbaik agar dilirik oleh team yang lebih kompetitif di musim depan. Rumornya Melandri sudah dilirik Gresini dan Suzuki. Sepertinya dia lebih memilih Gresini tetapi dengan memuji Suzuki, tentu saja untuk mendapatkan posisi tawar yang lebih tinggi.

Bagaimana dengan kondisi race nanti? Sepertinya cuaca belum bisa diprediksi apakah akan cerah atau hujan. Sesi free practice kemarin berlangsung dalam kondisi kering, tapi di sesi kualifikasi berlangsung dalam kondisi basah.

Berikut hasil kualifikasi MotoGP Sachsenring, dari MotoGP.com

1 V. ROSSI ITA Fiat Yamaha Team 1′32.520
2 J. LORENZO SPA Fiat Yamaha Team + 0.640
3 C. STONER AUS Ducati Marlboro Team + 1.239
4 N. HAYDEN USA Ducati Marlboro Team + 1.884
5 A. DE ANGELIS RSM San Carlo Honda Gresini + 1.970
6 R. DE PUNIET FRA LCR Honda MotoGP + 2.044
7 C. EDWARDS USA Monster Yamaha Tech 3 + 2.087
8 D. PEDROSA SPA Repsol Honda Team + 2.205
9 L. CAPIROSSI ITA Rizla Suzuki MotoGP + 2.221
10 M. KALLIO FIN Pramac Racing + 2.251
11 A. DOVIZIOSO ITA Repsol Honda Team + 2.372
12 C. VERMEULEN AUS Rizla Suzuki MotoGP + 2.417
13 M. MELANDRI ITA Hayate Racing Team + 2.418
14 J. TOSELAND GBR Monster Yamaha Tech 3 + 2.485
15 N. CANEPA ITA Pramac Racing + 3.492
16 G. TALMACSI HUN Scot Racing Team MotoGP + 3.535
17 T. ELIAS SPA San Carlo Honda Gresini + 4.011

** special thanks to google, MotoGP.com, Crash.net & youtube

Desmo Valve

Desmo Valve

Pada dasarnya sistem buka tutup katup dengan konvigurasi “Over Head Cam” (OHC) ada 3 macam, setidaknya sampai saat ini, yaitu valve spring (konvensional), desmodromic dan pneumatic. Beberapa sistem yang saya paparkan sebelumnya, seperti VTEC, VVT-i, MIVEC dan sebagainya adalah sistem untuk membuat variabel pada buka-tutup katup, sedangkan yang akan saya bahas sekarang adalah mekanisme pembalik / penutup katup.

Sering nonton balapan MotoGP? Lihat motor Ducati? Yup, desmodromic adalah valvetrain khas Ducati. Pada desmodromic ini ada perbedaan terhadap cara kerja proses penutupan katup jika dibandingkan dengan sistem konvensional. (more…)

VTEC (Valve Timing and Electronic Lift Control) adalah valvetrain (sistem pengaturan buka tutup katup) yang dikembangkan oleh Honda untuk meningkatkan efisiensi volumetrik dari internal combustion engine tipe 4 langkah.

Berbeda dengan VVT-i nya Toyota yang memvariabelkan timing dengan memutar beberapa derajat camshaft maju atau mundur terhadap pulinya. Pada mesin VTEC, variabel timing terjadi karena adanya beberapa profil cam yang berbeda yang bekerja bergantian sesuai dengan input kontrolnya. Oleh karena itu pada teknologi VTEC tidak hanya timing saja yang bervariasi, tapi juga lift atau ketinggian bukaan katup dan juga durasi bukaannya. Perpindahan dari satu profil cam ke profil cam lainnya dibantu oleh pin yang dapat bergeser yang terdapat di dalam rocker arm. Bisa dikatakan bahwa bukan profil camnya yang berganti, tapi pergeseran pin didalam rocker arm tadi yang menyebabkan rocker arm bergerak mengikuti salah satu profil cam. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada ilustrasi dibawah ini.

(more…)

Mekanisme VVT-i

VVT-i atau Variable Valve Timing intelligent adalah pengaturan bukaan katup variabel yang dikembangkan oleh Toyota.

VVT-i yang diperkenalkan pada tahun 1996 menggantikan VVT yang sebelumnya telah diperkenalkan pada tahun 1991.

Pada VVT-i ini bagian yang divariasikan adalah timing (waktu buka-tutup) intake valve dengan merubah atau menggeser posisi intake camshaft terhadap puli camshaft drive. Fluida yang digunakan sebagai aktuator untuk menggeser posisi camshaft adalah oli mesin yang diberikan tekanan. Jadi disini maksudnya puli pada intake camshaft adalah fleksibel, camshaftnya bisa diputar maju atau mundur. (more…)

i-vtec

i-vtec

Seringkali kita melihat tulisan vvt-i atau i-vtec pada body mobil, apakah maksudnya itu ?

Vvt-i maupun i-vtec adalah sistem pengaturan buka-tutup katup secara variabel yang dimaksudkan untuk mengoptimalkan torsi dan tenaga di setiap putaran mesin dan beban kerja yang ditanggungnya. (more…)

2009-honda-accord-by-mugen_51

Mugen - Accord

Iseng-iseng lagi browsing, eh liat gambar yang eyecatching, All New Full Size Honda Accord pake aksesoris Mugen. Tampangnya bener-bener beda karakter sama Accord yang masih standar.

(more…)

Parai - Blue n rocky beach

Parai - Blue n rocky beach

Sebenernya salah judul, tapi ga salah-salah banget karena memang ada bagian liburannya. Terutama waktu di pantai, airnya biru bening. (more…)

halaman-depan1

JMS 2008

Kemarin tanggal 6 Desember 2008 saya datang ke Jakarta Motorcycle Show 2008 di JCC senayan. Mungkin ini adalah pameran sepeda motor terbesar di Indonesia selama tahun 2008. Meski Indonesia saat ini sudah mulai merasakan imbas dari krisis global, namun acara ini tetap berlangsung meriah. Bahkan beberapa ATPM melaunching produk baru mereka di acara ini dan dimeriahkan juga oleh “icon” dari masing-masing produk. (more…)

Next Page »